Pada Selasa (30/06), Kepala Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda, turut mendampingi jajaran Kementerian Haji dan Umrah dalam kunjungan lapangan ke Bandara Internasional Dhoho Kediri. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kunjungan Kerja dan Rapat Koordinasi Persiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai Embarkasi Haji, yang diawali dengan peninjauan langsung terhadap kesiapan fasilitas, sarana prasarana, serta dukungan operasional bandara sebagai bahan pembahasan dalam Rapat Koordinasi pada 1 Juli 2026.
Kunjungan lapangan ini turut dihadiri oleh PT Surya Dhoho Investama, Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Jawa Timur, Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kantor Kementerian Haji Kabupaten/Kota Kediri, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kediri, serta Bea Cukai Kediri sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung kesiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji.
Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Dalam Rapat Koordinasi tersebut, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa pemerintah "bergerak cepat menyiapkan langkah strategis" untuk penyelenggaraan haji 2027. Beliau juga mengungkapkan, "Tadi pagi saya dan tim sudah berkoordinasi untuk mencoba mengaktifkan Bandara Dhoho di Kediri," serta menegaskan bahwa "Bandara itu cukup dan sangat layak untuk penerbangan haji". Sehingga pemanfaatan Bandara Dhoho diharapkan dapat mengurai kepadatan di Bandara Juanda dan Embarkasi Surabaya sekaligus mendekatkan akses keberangkatan bagi jemaah haji, khususnya dari wilayah Mataraman dan sekitarnya.
Sebagai instansi yang akan melaksanakan fungsi kepabeanan dan cukai di kawasan bandara, Bea Cukai Kediri siap mendukung sinergi antarkementerian dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji yang andal dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.